4/22/2009
SEL-SEL T HELPER YANG MENSEKRESI SITOKIN TIPE 1 DAN 2 PADA PASIEN DENGAN STOMATITIS APHTOUS REKUREN
Gambar 1. gambaran RAS
Patogenesa RAS juga melibatkan suatu vaskulitis yang dimediasi immun kompleks. Autoantibodi terhadap membrane mukosa oral telah dinyatakan sebagai gambaran histopatologisnya. Suatu infiltrasi sel limfotik dalam epithelium pada tahap awal penyakit diikuti oleh pembengkakan papula terlokalisir akibat vakuolisasi keratinosit yang dikelilingi oleh suatu eritematosa menghasilkan vaskulitis. Papula yang nyeri kemudian berulser, yang utamanya diinfiltrasi oleh neutrofil, limfosit dan sel-sel plasma. Akhirnya, terjadi penyembuhan dengan regenerasi epitel.
Sitokin adalah mediator utama respon imun terhadap mikroorganisme, tumor dan antigen sendiri. Sitokin merupakan fokus utama pada penelitian patogenesa respon imun. Sitokin diproduksi oleh beragam jenis sel dalam darah termasuk sel-sel T helper tipe 1 dan 2. Umumnya kedua jenis ini disekresikan dari sel T helper; Tipe 1 (interleukin [IL]-2, IL-12, interferon [INF]-, dan tumor necrosis factor [TNF]-) yang dianggap sebagai sitokin pro inflamasi yang menginduksi immunitas dan Tipe 2 (IL-4, IL-5, IL-6, IL-10 dan IL-13) yang juga sitokin antiinflamasi yang mengawali immunitas dan toleransi humoral. Profil sitokin merupakan hal krusial dalam penentuan toleransi dan aktivasi imun.
Gambar 2 . Sel T helper
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi, mengenumerasi dan mengkarakterisasi sel-sel T helper yang mensekresi sitokin tipe 1 dan 2 (IL-2, IL-4, IL-5, IL-6, IL-10, IL-12, IFN-, dan TNF-) pada darah tepi pasien RAS.
Bahan dan Metode
Pasien dan sampel
Sebanyak tiga puluh (30) pasien dengan RAS minor dalam fase aktif penyakit (14 pria dan 18 wanita, usia rata-rata 35,4±12,03 rentang 19-56 tahun) yang tidak memiliki penyakit sistemik atau penyakit inflamasi lainnya dan 40 orang sehat, dipasangkan sesuai umur dan jenis kelamin kelompok RAS (Tabel 1) dipilih dari penelitian ini. Semua pasien dengan RAS dan kontrol direkrut dari klinik Penyakit Mulut. Semua pasien adalah bukan perokok dan mengalami lesi aphtous minor setiap bulan sepanjang tahun terakhir sebelum penelitian dilakukan. Pasien tidak menerima perawatan apapun dan lesinya sembuh secara spontan. Penelitian ini dilakukan dengan memenuhi aturan relevan dan khususnya sesuai dengan deklarasi Helsinki.
Tabel 1. Jenis kelamin dan usia pasien dan kelompok kontrol
Laki-laki Perempuan Total Rata-rata usia (tahun)
Jumlah pasien 14 18 32 35,4±12,03
Jumlah kontrol 18 22 40 31,7±13,06
Isolasi dan kultur PBMC
Darah perifer diambil dari semua pasien dan kontrol. Sel-sel mononuclear darah perifer (PBMC) diisolasi dari darah yang telah diheparinisasi dengan saline fosfat buffer (PBS, 1:1) dan setelah itu disentrifugasi pada larutan pemisah Ficoll-Hypaque (Biochrom AG, Berlin, Jerman). Setelah tiga pencucian dengan PBS, viabilitas PBMC yang ditentukan oleh eksklusi biru tripan adalah 97%.
Pengujian enzyme-linked immunospot (ELISPOT)
Pengujian ELISPOT adalah alat pengujian yang fleksibel dan sangat sensitive untuk menganalisa sekresi immunologis dari darah perifer dan populasi sel limfoid. Proses ini memungkinkan deteksi, enumerasi, dan karakterisasi dari sel-sel pensekresi sitokin individual dalam populasi sel yang telah dikultur.
GAMBAR 3. CAWAN elispot
Cawan Elispot merupakan cawan Microtiter 96-well dengan filter membrane nitroselulose pada setiap cawan.
Langkah 1: Secara asepsis cawan-cawan dilapisi dengan antibody anti- IFN-, anti IL-2, anti IL-4, anti IL 5, anti Il-6, anti IL-10, anti IL-12 atau anti- TNF- yang dilarutkan dalam PBS pH 7,4 pada konsentrasi 5µg/ml (100 µl per well) dan dinkubasi semalam pada suhu kamar.
Langkah 2: Cawan dibilas tiga kali dengan PBS pH 7,4 dan diblok dengan 200µl RPMI 1,640 + 10% fetal calf sercem (FCS).
Langkah 3: Suspensi PBMC yang ada, pada rentang konsentrasi antara 1 x 105 – 5 x 104 per well disiapkan pada well yang lain selama semalam pada incubator CO2 5% suhu 370 C dan kelembaban 90%.
Langkah 4: Suspensi PBMC ditambahkan pada well yang telah diblok dengan RPMI dan diinkubasi dalam CO2 5% pada suhu 370 C selama 1 jam. Pada periode ini, antigen spesifik merespon sel-sel yang mensekresi sitokin.
Langkah 5: Cawan dicuci dengan PBS-T20 yang mengandung 1% FCS
Langkah 6: Cawan dicuci kemudian diinkubasi dengan antibody yang telah dibiotinilasi anti mouse IFN-, anti IL-2, anti IL-4, anti IL 5, anti Il-6, anti IL-10, anti IL-12 atau anti- TNF- pada konsentrasi 5µg/ml (suhu kamar selama satu malam) dan kemudian dicuci tiga kali dengan PBS-T20.
Langkah 7: Larutan avidin-peroxidase (Sigma-Aldrich Corporation, St Louis, MO, USA) pada konsentrasi 1:1.000 dalam PBS-T20 1% FCS ditambahkan ke well dan dinkubasi selama 2 jam pada suhu kamar.
Setelah inkubasi, muncul titik-titik pada semua sel-sel yang merespon. Titik-titik yang terbentuk ditambahkan dengan 3-amino-9-ethylcarbazole dan hydrogen peroksidase dan jumlahnya dihitung dibawah mikroskop stereostopik. Jumlah sel-sel pembentuk titik dinyatakan dalam per 106 sel.
Analisa statistic
Uji Student T-test dilakukan untuk mengetahui kemaknaan beda rata-rata sel-sel T helper tipe 1 dan 2 pada kelompok pasien dan kontrol.
Hasil
Jumlah sel-sel T helper yang mensekresi IL-2, IL-12, dan IFN- meningkat pada darah perifer pasein RAS dibandingkan kelompok kontrol yang sehat (p < 0,05, p < 0,001, dan p < 0,001, secara beurutan). Tidak terdapat perbedaan statistik yang teramati dalam jumlah sel-sel pensekresi TNF- antara pasein RAS dan kelompok kontrol (p > 0.05) (Tabel 2).
Jumlah sel-sel T helper tipe 2 yang mensekresi IL-10 juga meningkat pada pasien RAS (p < 0.05) (Tabel 3). Jumlah sel-sel pensekresi IL-4 pada pasien dengan RAS mengalami penurunan dibanding kelompok kontrol (p < 0.001), sementara tidak terdapat perbedaan statistic jumlah sel-sel pensekresi IL-5 dan IL-6 antara pasien RAS dan kontrol (masing-masing nilai p >0.05) (Tabel 3).
Tabel 2. Jumlah sel-sel T helper yang mensekresi sitokin tipe 1 pada pasien RAS dan kontrol
Jumlah sel-sel T helper tipe 2 pada pasien RAS Jumlah sel-sel T helper tipe 2 pada kelompok kontrol p
sel-sel pensekresi IFN- 128,5±13 59,3±14 p < 0.001
sel-sel pensekresi IL-2 98,6±7,3 49,7±5,7 p < 0.05
sel-sel pensekresi IL-12 200,2±2,9 80,9±1,3 p < 0.001
sel-sel pensekresi TNF- 184±16 177,6±16 p > 0.05
Tabel 3. Jumlah sel-sel T helper yang mensekresi sitokin tipe 2 pada pasien RAS dan kontrol
Jumlah sel-sel T helper tipe 2 pada pasien RAS Jumlah sel-sel T helper tipe 2 pada kelompok kontrol p
sel-sel pensekresi IL-4 50,81±0,88 120,1±1,6 p < 0.05
sel-sel pensekresi IL-5 60,63±0,88 80,82±0,99 p > 0.05
sel-sel pensekresi IL-6 84,1±11 80,4±8,5 p > 0.05
sel-sel pensekresi IL-10 297±41 193±29 p < 0.05
Pembahasan
Sistem imun kita memiliki sifat pertahanan penting terhadap benda-benda asing. Hal ini dicapai dengan kemampuannya untuk mengenali antigen-antigen asing dan untuk mencegah aksi merusak sebagaimana halnya dengan respon imun yang menghancurkan diri sendiri. Karena hal tersebut, tidak terdapat perbedaan antara benda asing dan autoantigen, beberapa ahli menyatakan bahwa sel-sel system imun bereaksi terhadap antigen hanya dengan adanya sitokin.
gambar 4. SEl T bekerja pada pathogen
Dalam penelitian ini, kami meneliti parameter reaksi imun yang biasa terlibat dalam patogenesa RAS. Kami mendeteksi, mengenumerasi dan mengkarakterisasi sel T helper tipe 1 dan 2 dan secara langsung kami meneliti kemampuannya dalam mensekresi sitokin-sitokin tertentu (IFN-,IL-2, IL-4, IL-5, IL-6, dan IL-10). Kami percaya bahwa determinasi kapasitas sel-sel T helper tipe 1 dan 2 untuk produksi sitokin merupakan metode yang lebih handal dibanding dengan pengukuran sitokin dalam serum. Hasil penelitian kami menunjukan peningkatan secara statsistik jumlah sel-sel T helper tipe 1 (sel-sel pensekresi IL-2, IL-12, IFN-) dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05, p < 0,001, dan p < 0,001, secara beurutan). Temuan yang sama juga dilaporkan dalam penelitian-penelitian lain. Buno dan kawan-kawan (1998) yang menggunakan metode RT-PCR melaporkan bahwa jumlah serum IFN-, TNF-, IL-2 dan IL-4 meningkat pada pasien RAS, sementara jumlah IL-10 sama dengan kelompok kontrol yang sehat. Hal yang sama, Borra dan kawan-kawan (2004) yang menggunakan analisa DNA menunjukkan bahwa ekspresi sitokin tipe 1 pada pasien RAS secara statistic meningkat dibanding kelompok kontrol.
Meskipun sifat patogenetik TNF- telah dibahas dalam literatur, hasil yang kami peroleh tidak menunjukkan adanya perbedaan statistic TNF- antara pasien RAS dan kelompok kontrol ( p > 0.005). TNF- telah dianggap menginduksi inflamasi dengan efeknya pada adesi sel endotel dan kemotaksis neutrofil. Peningkatan jumlah serum TNF- dari PBMC terstimulasi pada pasien RAS telaporkan dalam beberapa penelitian.
Sebaliknya, jumlah sel-sel Thelper tipe 2 tertentu , misalnya sel-sel yang memproduksi IL-4 yang antagonis produksi sitokin tipe 2 ditemukan menurun secara statistic dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0.005). Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam jumlah sel-sel pensekresi IL-5 dan IL-6 antar pasien RAS dan kelompok kontrol ( p > 0.005).
Semua temuan ini menunjukkan sifat dominant sitokin-sitokin proinflamasi (sel T helper tipe 1) dalam tingkat lesi dan darah perifer pasien RAS. Hal ini mungkin signfikan bagi patogenesa RAS.
Sifat respon imun dan profil imun dalam RAS, mengindikasikan tipe respon imun yang dimediasi sitokin tipe 1. Peningkatan ekspresi sitokin proinflamasi (TNF-, IFN- dan IL-6) pada RAS juga dapat disebabkan oleh pematangan epitel oral sel-sel Langerhan dan akibat dari lanjutan dari aktivasi sel-sel T. Penghancuran jaringan dijelaskan dengan adanya fakta bahwa RAS mungkin potensial mengaktifkan sel-sel sitotoksik yang dapat menyebabkan munculnya lesi pada tempat tertentu.
Sebagai kesimpulan, hasil penelitian kami menunjukkan peningkatan sel-sel T helper pensekresi sitokin tipe 1. Dengan memperhatikan luas dan pentingnya peranan sel-sel T helper dalam system imun, kami menyatakan bahwa sel-sel ini dapat mempengaruhi respon imun terhadap RAS. Apakah aksi ini merupakan etiologi atau reaktif penting pada kerusakan ulseratif mukosa oral adalah suatu pertanyaan yang perlu dijawab.
Read More ..
Ameloblastoma berdasarkan gambaran Radiologi
Ameloblastoma adalah tumor benigna memiliki kecenderungan untuk rekuren, dan metastase . Ameloblastoma merupakan tumor jinak secara histologi tumor lokal yang agresif muncul dari ektoderma odontogenik atau Ameloblastoma adalah suatu tumor jinak yang terlokalisir dengan tanda kecenderungan terjadi rekuren . Ameloblastoma merupakan suatu tumor epitelial odontogenik yang bersifat jinak, tumbuh lambat, penyebarannya lokal invasif dan destruktif serta mengadakan proliferasi kedalam stroma jaringan ikat.
(ii). Etiologi
Etiologi ameloblastoma sampai saat ini belum diketahui dengan jelas, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa ameloblastoma dapat terjadi setelah pencabutan gigi, pengangkatan kista dan iritasi lokal dalam rongga mulut. Patogenesis dari tumor ini, melihat adanya hubungan dengan jaringan pembentuk gigi atau sel-sel yang berkemampuan untuk membentuk gigi tetapi suatu rangsangan yang memulai terjadinya proliferasi sel-sel tumor Shafer dkk (1983) mengemukakan kemungkinan ameloblastoma berasal dari sisa sel organ enamel (hertwig's sheat, epitel rest of mallassez). Ameloblastoma sering dikaitkan dengan keberadaan unerupted gigi.
(iii). Jenis-Jenis
Ameloblastoma dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu unicystic, solid atau multicystic, peripheral dan maligna. Ameloblastoma unicystic pada dasarnya sebuah lesi kista dengan proliferasi lapisan kista secara intraluminal. Secara radiografi digambarkan dengan radiolusen yang berkembang lambat. Ameloblastoma solid atau multicystic dapat mengenai struktur didaerah intracranial dan memiliki kemampuan untuk rekuren dan bermetastase. Terjadi pada kelompok usia yang lebih tua dibandingkan bentuk unicystic. Dari gambaran radiografi, penampakannya bervariasi dengan pengecualian bentuk desmoplastik tapi umumnya unilokuler dan multilokuler. Ameloblastoma multisistik mempunya prognosis yang lebih buruk dibandingkan lesi unicystik.
Ameloblastoma peripheral adalah ameloblastoma intraosseus central yang mengenai jaringan lunak. Jenis tumor ini jarang.
Ameloblastoma maligna juga merupakan bentuk yang jarang. Elzay dan Coito dkk mendefinisikan lesi ini sebagai ameloblastoma yang bermetastase. Secara klinis, mayoritas pasien (75 %) dengan keluhan utama pembengkakan dengan nyeri yang berkembang lambat. Tanda dan gejala termasuk kerusakan wajah, pembengkakan (75 %), nyeri (33 %), maloklusi , tanggalnya gigi, sakit pada pemasangan protesa dan GTJ, ulserasi dan penyakit periodontal.
(iv). Manifestasi Klinis
Secara klinis, gejala awalnya tidak ada dan tumor ini jarang didiagnosa pada perkembangan tahap awal. Gambaran klinis dari tumor ini adalah pertumbuhan yang sangat lambat. Kasus ini terdapat kira-kira 75 % pasien.. Hal ini sering ditemukan tidak sengaja pada penggunaan sinar-X yang rutin pada gigi. Menarik untuk dicatat bahwa beberapa penulis telah melaporkan bahwa trauma, infeksi atau estraksi sebelumnya telah dilaporkan pada 60-70 % pasien pada puncaknya menunjukan memiliki ameloblastoma .Gambaran klinik, dalam tahap awal jarang menunjukkan keluhan, oleh karena itu tumor ini jarang terdiagnosa secara dini, umumnya diketahui setelah 4 sampai dengan 6 tahun.
Gambar 1. Perjalanan ameloblastoma
Pembengkakan dengan ukuran yang bervariasi dapat menyebabkan deformitas wajah, dimana konsistensi bervariasi ada yang keras dan ada yang lunak. Tumor ini meluas ke segala arah mendesak dan merusak tulang sekitarnya, terdapat tanda egg shell cracking atau pingpong ball phenomena bila massa tumor telah mendesak korteks tulang dan tulangnya menipis, tidak ada rasa nyeri.
Gambar 2: penderita ameloblastoma (7)
Hanya pada beberapa penderita benjolan disertai rasa nyeri, dan kadang-kadang terdapat ulserasi oleh karena penekanan gigi apabila tumor sudah mencapai ukuran besar. (9) Gigi geligi pada daerah tumor berubah letak dan goyang. Bila terjadi infeksi sekunder maka ulserasi, fistula bahkan jaringan granulasi pun dapat dijumpai, demikian juga rasa nyeri, parestesi dan tanda-tanda imflamasi. (3)
Gejala yang didapatkan saat keparahan yaitu rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk wajah.
Gambar 3: pembengkakan pada wajah.
(v). Pengobatan
Banyak teknik operasi yang disarankan untuk penatalaksanaan ameloblastoma. Pada dasarnya pengangkatan total masa tumor dengan mengikutsertakan jaringan tulang yang sehat akan memberikan hasil yang optimal. Penatalaksanaan reseksi enblok sesuai indikasi ditujukan untuk menurunkan tingkat rekurensi dan memperkecil kemungkinan cacat muka (3). Reseksi marginal (reseksi enblok) merupakan teknik untuk mengangkat
jaringan tumor dengan mempertahankan kontinuitas korteks tulang mandibula bagian bawah. Reseksi enblok ini dilakukan secara garis lurus dengan bor dan atau pahat atau gergaji, 1-2 cm dari tepi batas tumor secara rontgenologis yang diperkirakan batas minimal reseksi (3).
Tidak ada perawatan standar yang telah dibuat untuk tumor ini. Beberapa jenis perawatan yang telah dicoba yaitu : kuretase lokal, cryoterapi, , kauterisasi, laser, eksisi sederhana,eksisi radikal,radioterapi dan kemoterapi (2). Rinci dalam studi 345 pasien, kemoterapi dan terapi radiasi nampaknya kontraindikasi untuk perawatan ameloblastomas. [2] Oleh itu, adalah operasi yang paling umum perlakuan terhadap tumor ini (6).
Pembedahan radikal dijelaskan oleh Muller dan Slootweg adalah suatu prosedur dimana ameloblastoma diangkat dengan tepi tulang yang normal. Sebagian besar peneliti yakin mengenai reseksi sekurang-kurangnya 1 cm dari tulang normal melebihi tepi tumor. Tepi jaringan lunak pada saat reseksi diperkuat dengan pembekuan untuk menjamin pengangkatan tumor yang lengkap (1).
Bagaimanapun terapi radiasi jarang digunakan untuk perawatan utama.Gardner yakin bahwa radioterapi seharusnya hanya digunakan untuk kasus yang tidak butuh operasi. Pinsolle dkk yakin bahwa pembedahan dan radioterapi seharusnya digunakan. : 1. rekurensi pada mandibula jika perawatan bedah primer adekuat,2. untuk semua kasus yang rekuren, 3. jika jaringan lunak terlibat atau pembedahan tepi setelah dilakukan reseksi yang luas.
(vi). Gambaran Radiologis
Secara radiografi digambarkan dengan radiolusen yang berkembang lambat. Gambaran radiografi ditemukan tidak patognomonik tetapi biasanya menampakkan perluasan lesi unilokuler atau multilokuler dengan tulang tipis dan batas yang tegas. Gambaran radiologis berupa lesi unilokuler atau multilokuler dengan gambaran seperti sarang tawon (honey comb appearance) pada lesi yang kecil dan gambaran busa sabun (soap bubble appearance) pada lesi yang besar.
gambar 3 : Hampir semua ameloblastoma menunjukan kelebihan multilokuler pada tampilan sarang tawon atau bussabun. Batas atau defeknya adalah berlekuk-lekuk
Gambar 4: Panoramic sinar rentgen diambil dari pasien 7 September 1996 yang menunjukkan radiolucent jejas di bawah akar kedua kanan mandibular molar dengan luas Root resorption, A. mahkota CT scan depicting yang periapical jejas, (4)
Gambar 2: Panoramic sinar rentgen dari pasien pada tanggal 17 Januari 1998 setelah perulangan yang mendemonstrasikan radiolucent jejas di daerah kedua kanan mandibular molar memperluas ke kanal mandibular (4)
Gambar3. gambaran ameloblastoma pada foto periapikal
Gambar 4. ameloblastoma pada gambaran panoramik (7)
Kumpulan gambaran radiografis AMELOBLASTOMA
1. 2. 3. 4.
1
6.
5.
Kesimpulan dan saran
(i). Kesimpulan
1. Ameloblastoma adalah suatu tumor jinak yang terlokalisir dengan kecenderungan
terjadi rekuren.
2. Gambaran ameloblastoma sebagai unilocular atau multilocular radiolusens
(ii). Saran.
Diagnosa ameloblastoma tidak dapat dibuat dengan radiografi saja. Diperlukan anamnesa yang tepat untuk menegakkan diagnosa. Selain itu pasien di anjurkan untuk kontrol pasca tindakan bedah.
Read More ..
4/19/2009
Mekkah quantum
Ketika itu Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877)
Subhanallah, kata itu yang lagi – lagi terucap dari bibir kita, betapa besar ciptaan Allah, betapa agung karunia Allah yang diberikan kepada kita, betap kecil kita dihadapan Allah, betapa … betapa… dan betapa. Kalau saja kita mampu meresapi setiap ciptaan Allah itu menjadi sebuah muhasabah diri sebagai sarana menambah keimanan kita, tentu tidak ada lagi perpecahan ummat seperti yang terjadi saat ini, tidak ada lagi kesombongan dalam dada kita, yang ada hanyalah sebuah keterikatan ukhuwwah, kesatuan tekad untuk mencari ridho Illahi, seperti halnya kaum anshar yang rela membagi – bagikan hartanya kepada kaum muhajirin, seperti halnya para semut – semut yang senantiasa berbaris rapi untukmendapatkan makanannya.
Ya Allah, hilangkanlah segala kesombongan yang ada didada kami, berganti menjadi rasa berpasrah diri, mengharap ridho-Mu ya Allah. Amin.
Read More ..
Teks China Kuno Mengindikasikan Adanya Alien, 4000 Tahun Lalu
Cerita aneh mengenai alien yang berkunjung ke bumi bukan hanya ditemukan dalam fiksi ilmiah, tetapi juga dalam berita dan majalah. Tetapi penampakan alien bukan hanya fenomena masa kini – hal ini juga ditemukan dalam teks China kuno.
Catatan sejarah ini telah memberikan bukti dan tanda bagi penyelidikan masa kini terhadap alien.
Menurut laporan dari China Economic Net, sebuah cerita dalam buku berjudul “Pencarian Supernatural” [1] oleh Gan Bao, dari Dinasti Jin Timur (317-420 M) menyebutkan mengenai kontak dengan Martian.
Dalam Negara Wu, masa Tiga Negara [2] (222-280 M), catatan kuno menyebutkan mengenai seorang anak yang memiliki penampilan aneh muncul dari sekelompok anak-anak yang bermain. Dia memiliki tinggi 1,3 meter, berpakaian biru dan memiliki mata yang berkilauan.
Anak-anak lain belum pernah melihat anak ini sebelumnya, sehingga mereka mengelilinginya untuk mengajukan pertanyaan. “Saya bukan dari bumi, tetapi dari Mars,” kata anak yang berpakaian biru, “Saya melihat kalian bermain dengan gembira sehingga saya datang dan melihat kalian.”
“Kondisi dengan tiga negara tidak akan bertahan lama,” kata anak tersebut.”Di masa depan, dunia akan menjadi milik keluarga Sima.” Anak-anak bumi takut akan berita ini, dan salah satu diantaranya berlari untuk menjemput orang dewasa. Ketika orang-orang dewasa datang, anak Martian mengucapkan selamat tinggal dan secara tiba-tiba mengecilkan badannya dan melompat ke udara.
Ketika orang-orang mengangkat kepalanya untuk melihat dia, mereka hanya dapat melihat sebuah pakaian sutra putih dengan ikat pinggang panjang, terbang dengan cepat diatas langit. Tidak ada seorangpun yang berani menyebarkan kejadian aneh tersebut.
Empat tahun kemudian, Negara Shu runtuh. Dan 17 tahun kemudian, negara Wu runtuh. Ketika perang diantara ketiga negara tersebut berhenti, keluarga Sima menyatukan China, ini seperti yang telah diramalkan oleh anak Martian. Apakah catatan tersebut benar atau tidak, hal ini menunjukkan adanya kemungkinan kontak dengan alien pada jaman kuno.
Menurut “Penyelidikan Terhadap Catatan Hilang” yang ditulis oleh Wang Jia semasa Dinasti Jin Timur, selama masa kepemimpinan Kaisar Yao [3] 4000 tahun yang lalu, sebuah kapal berbentuk UFO terbang di langit diatas Laut Barat [4]. UFO tersebut bergerak perlahan dan memiliki banyak lampu. Orang-orang yang berada dalam UFO tersebut memakai topi, dan bulu-bulu putih tumbuh di tubuh mereka. Mereka tidak memiliki sayap tetapi dapat terbang. “Catatan Lima Elemen” yang ditulis pada masa Dinasti Qing, mencatat kejadian lain yang berkaitan dengan alien. Insiden tersebut terjadi pada bulan Maret tahun ke-12 dari kepemimpinan Kaisar Kangxi [5]. Beberapa orang melihat orang bermuka hitam terbang melewati langit. Tubuhnya mengeluarkan sinar merah, seperti menimbulkan api di langit. Ketika pejabat setempat mendengar berita ini dan pergi melihat, orang tersebut dengan cepat menghilang.
“Kronologis Bencana dan Fenomena Aneh, Draft Sejarah mengenai Dinasti Qing” mencatat kejadian serupa yang sangat mirip dengan catatan modern mengenai penampakan alien. Pada bulan Juli tahun ke-3 kepemimpinan Kaisar Yongzheng [6] masa Dinasti Qing, sekelompok penduduk desa pergi ke gunung untuk menebang bamboo di Liaojiatang, Wudu di Lingchuan. Mereka melihat seorang penduduk desa tiba-tiba menghilang. Lebih dari 140 hari setelahnya, dia tiba-tiba kembali lagi ke rumahnya. Teman-teman desanya melaporkan bahwa setelah dia kembali, dia benar-benar tidak dapat ingat apa yang terjadi padanya 140 hari tersebut.
Dokumen dan catatan sejarah yang berkaitan dengan aliens tidak hanya mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya China, tetapi juga memberikan sentuhan mistik atas misteri alien yang berkepanjangan.
Catatan:
[1] “Pencarian Supernatural” ditulis oleh Gan Bao semasa Dinasti Jin Timur (317-420 M). Ini adalah kompilasi berdasarkan legenda dan cerita dari mulut ke mulut.
[2] Periode Tiga Negara adalah periode sejarah China. Tiga negara tersebut adalah Wei, Shu dan Wu.
[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Yao_%28ruler%29
[4] Laut Barat adalah mereferensi ke Laut Bohai
[5] Kaisar Kangxi, Dinasti Qing, memerintah pada tahun 1661-1722. Tahun ke-12 kepemimpinan Kangxi adalah tahun 1672. Bulan Maret kalender China adalah berkisar antara bulan April dan Mei pada penanggalan modern.
[6] Kaisar Yongzheng, Dinasti Qing, memerintah masa 1722-1735. Di tahun ke-3 kepemimpinan Yongzheng adalah tahun 1724. Bulan Juli kalender China adalah berkisar antara bulan Agustus dan September pada penanggalan modern.
Sumber : google.com
Read More ..
misteri lubang hitam
MISTERI lubang hitam yang bertebaran di angkasa lepas dikatakan menyamai konsep kejadian aneh yang berlaku di Segitiga Bermuda apabila kapal atau kapal terbang yang melintasi kawasan perairan itu ghaib secara tiba-tiba.
Bagaimanapun, lubang hitam seumpama lubang gergasi, saiznya lebih luas daripada matahari serta terawang di angkasa menyedut apa saja yang mendekatinya termasuk planet. Malah kekuatan sedutannya menyebabkan cahaya yang tidak memiliki jisim juga tidak mampu melepaskan diri.
Misteri yang menyelubungi kejadian lubang hitam itu bagaimanapun hanya mampu dikaji dari jauh lantaran kemampuan sains dan teknologi manusia nyata masih belum mampu membawa mereka menghampiri lubang itu.
Menggunakan teleskop dan pengamatan terhadap bintang yang disesuaikan pula dengan pelbagai hukum fizik yang berlegar sekitar bumi, pelbagai teori dikemukakan bagi mengisi kekosongan pada ruangan jawapan yang dicetuskan misteri alam itu.
Antara teori diterima pakai ahli astronomi adalah teori yang sama digunakan alat penyedut hampa gas - kekuatan lubang hitam terjadi berikutan tarikan graviti dalam lubang itu adalah kuat berbanding tarikan sekelilingnya. Justeru, apa saja yang menghampirinya akan disedut.
Bagaimanapun, kekuatan gravitinya ‘luar biasa’ dan amat dahsyat. Dikatakan jika kekuatan graviti itu wujud di bumi, ia akan memampatkan saiz planet ini menjadi sekecil bola yang berjejari sekitar satu sentimeter.
Teori lubang hitam sebenarnya dikemukakan lebih 200 tahun lalu. Pada 1783, ilmuwan Barat, John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujudnya lubang hitam selepas beliau meneliti teori graviti Isaac Newton.
Beliau berpendapat jika objek yang dilemparkan tegak lurus ke atas akan terlepas dari pengaruh graviti bumi selepas mencapai kelajuan lebih 11 kilometer perdetik, maka tentu ada planet atau bintang lain yang memiliki graviti lebih besar daripada bumi.
Bagaimanapun, perkataan ‘lubang hitam’ pertama kali digunakan ahli fizik Amerika Syarikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama demikian kerana lubang hitam tidak dapat dilihat kerana cahaya turut disedut ke dalamnya sehingga kawasan sekitarnya menjadi gelap.
Menurut teori evolusi bintang, asal lubang hitam adalah sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan melebihi 25,000 darjah Celcius. Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yang memakan waktu kira-kira 10 juta tahun selesai, ia menjadi bintang biru raksasa.
Kemudian, bintang itu menjadi dingin dan bertukar kepada bintang merah raksasa. Dalam fasa itulah, akibat tarikan gravitinya sendiri, bintang merah raksasa mengalami ledakan dahsyat atau disebut Supernova dan menghasilkan dua jenis bintang iaitu bintang Netron dan lubang hitam.
Pengamatan dari teleskop sinar-X ruang angkasa selama lebih dari satu dekad menunjukkan kekuatan tarikan graviti lubang itu menyebabkan ada bintang yang hancur dan ditelan olehnya.
Sebelum ini, ahli astronomi sudah melihat bagaimana lubang hitam menyedut gas yang berterbangan di sekitarnya. Gas yang disedut itu menjadi panas sehingga memancarkan radiasi dalam pelbagai panjang gelombang, mulai daripada gelombang radio hingga gelombang cahaya tampak dan sinar-X.
Berdasarkan pengamatan, ahli astronomi dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics, Jerman, pernah melihat sebuah bintang yang mendekati lubang hitam raksasa akhirnya lesap ditelan lubang itu.
Lubang hitam raksasa yang dilihat itu berada di pusat galaksi RX J1242-11 yang jaraknya dianggarkan 700 juta tahun cahaya dari bumi. Bintang yang disedut lubang hitam itu pula memiliki ukuran sebesar matahari sistem suria kita.
Bintang itu hancur sedikit demi sedikit dan disedut ke dalam lubang itu selama beberapa hari. Pada peringkat awalnya, bintang itu kehilangan gas yang berada di sekelilingnya.
Selepas itu, bintang itu menjadi panas hingga jutaan darjah Celcius dan hilang ditelan lubang hitam. Dalam proses itu, ia melepaskan tenaga yang kuat iaitu setara dengan tenaga yang dihasilkan pada ledakan Supernova.
Ahli astronomi mengesan kedudukan lubang hitam dengan memperhatikan cahaya di sekitar bintang ataupun gas di angkasa. Apabila di suatu tempat itu tidak ditemui cahaya tetapi di sekitarnya terdapat banyak objek angkasa menuju ke satu titik dengan kecepatan tinggi sebelum hilang, maka titik berkenaan ditandakan sebagai lubang hitam.
Terdapat banyak lubang hitam di seluruh semesta malah ada teori yang mengatakan di galaksi Bima Sakti ini juga terdapat sebuah lubang hitam. Justeru timbul persoalan sama ada matahari kita dan planet yang mengelilinginya termasuk bumi akan disedut lubang hitam itu?
Ahli astronomi memberikan jawapan, ‘tidak’ kerana berbanding galaksi lain, lubang hitam di Bima Sakti dikatakan dalam keadaan tenang disebabkan sedikit saja objek sekitar yang disedutnya.
Misteri yang menyelubungi lubang hitam akan terus menarik minat ahli astronomi sehinggalah satu jawapan yang benar diperoleh. Selagi manusia belum mampu menjelajah jauh ke luar angkasa, selagi itulah jawapan itu gagal diperoleh dan pelbagai teori tanpa bukti akan terus dikemukakan bagi ‘menyelesaikan’ misteri alam itu.
Fakta: Lubang Hitam
Turut dikenali sebagai ‘bintang hitam’ dan ‘singularitas’.
Kewujudannya dikesan pada 1783 oleh John Mitchell.
Luasnya melebihi saiz matahari.
Menyedut apa saja di sekelilingnya termasuk bintang dan cahaya.
Teori sedutan akibat tarikan graviti di lubang hitam lebih kuat dari kawasan sekitarnya.
Teori menyatakan ia berlaku akibat letupan Supernova bintang merah raksasa.